Lomba Blog "Destinasi Wisata jember"

Halo sobat Blogger, di awal April ini, Blogger Jember Sueger memiliki event seru yang wajib kamu ikuti. Blogger Jember Sueger bekerjasama dengan Taman Botani Sukorambi dan Dinas Pariwisata Jember mengadakan Lomba Blog Destinasi Wisata Jember.

Alfamart Bersinergi dengan Blogger Jember Sueger



Suatu siang, terdengar dering telpon di seberang, "Dengan Blogger Jember Sueger? Dari Alfamart Cabang Jember, tunggu sebentar.", dan sambungan telepon sedang dialihkan menuju seseorang yang kemudian mengajak bertemu. Itulah awal mula pertemuan Blogger Jember Sueger (BJS) dengan pihak Alfamart Cabang Jember.

Rupanya, Alfamart Cabang Jember tahu soal keberadaan BJS dari hasil googling. Kebayang ya gimana senengnya para awak BJS. Langsung sumringah. Siapa yang sanggup menolak ajaka silaturrahim yang diawali dengan makan siang di suatu cafe hits yang juga pernah mengundang BJS di grand opening nya? Iya, hari itu, 22 Januari 2018 yang lalu, Alfamart Cabang Jember mengadakan blogger gathering dengan BJS.




Pertemuan rasa spesial, bisa dibilang begitu. Ternyata, seperti yang diungkapkan Sofi'i, Corporate Communication Alfamart Cabang Jember, kini Alfamart makin sadar dengan peranan blog dan blogger, "Kita sadar kalau sekarang ini kita ga bisa hanya mengandalkan media mainstream macam cetak atau elektronik saja. Blog saat ini jadi pilihan media anti mainstream juga. Makanya kita ingin menggandeng blogger juga ke depannya.".

Pagi hingga menjelang siang itu, di Hihi Cafe & Eatery, Jalan Sumatera, hadir pula selain Sofi'i, Nur Badrianto (Deputy Branch Manager), Agung Budi Y. (People Development Manager), Darsono (Area Manager Lumajang), Adi Setiawan (Area Manager Situbondo, Probolinggo, Bondowoso), Tri Utoyo (Area Manager Jember, Banyuwangi).




Ngobrol-ngobrol disertai perkenalan singkat dari 11 blogger yang hadir pun berlangsung hangat. 11 blogger itu ada Prita HW dan suami (Nana W), Vindy Putri, Rizky Vadilla, Suga Setiawan, Zevikurnia SD, Noya, Nurdin, Wadian, Elok, dan Rakhmaniah.  

Para bapak yang kompak berbaju baik siang itu ternyata cukup antusias ngobrol tentang niche blog loh, dari mulai travel, kuliner, sampai yang berbau bisnis. Ternyata ga semuanya berasal dari Jember, eh malah ga ada satupun kayaknya. Jadi wajar kalau soal jalan-jalan dan berburu makanan jadi hal favorit yang dijadikan tema obrolan. 



Selain itu, kami para blogger jadi tahu tentang bisnis bidang retail semacam Alfamart ini tipis-tipis. Gimana mereka mengembangkan outlet, karyawan gudang sekaligus kantor cabang Jember yang jumlahnya sampai ratusan, rencana CSR sampai penyaluran donasi dari uang receh kembalian customer, dan banyak hal seru lainnya yang bisa dijadikan pembelajaran.

Ke depan, pihak Alfamart Cabang Jember yang wilayahnya mencakup karasidenan Besuki atau wilayah Tapal Kuda (Jember, Probolinggo, Situbondo, Lumajang, Bondowoso, dan Banyuwangi), ditambah Porong Sidoarjo, dan kota Pasuruan menyampaikan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan Blogger Jember Sueger sebagai komunitas blogger yang aktif di Jember. Terdekat, akan ada program CSR yang siap diluncurkan.



Seperti apa keseruannya, tunggu ya!



Dinas Pariwisata Kabupaten Jember Undang Blogger Jember dan Netizen untuk Fam Trip Perdana

Di depan Museum Tembakau sambil bersorak : Museum di hatiku...

  
Beberapa waktu lalu, ada kesempatan berharga yang datang menghampiri Blogger Jember Sueger. Apa itu? Terkoneksi dan kemudian mendapat undangan spesial dari Dinas Pariwisata Kabupaten Jember yang mengadakan fam trip perdananya untuk para pegiat media sosial, termasuk blogger, youtuber, pilot drone, fotografer, dan komunitas film. Tak ketinggalan para duta wisata seperti Gus dan Ning, juga Duta Batik Jember.

Meski fam trip dilaksanakan di weekday, alhamdulillah skuad Blogger Jember Sueger masih bisa datang dan menyampatkan untuk hadir. Karena pastinya ini kesempatan yang langka dan berharga ya sebagai bagian dari waga lokal Jember yang ingin mengenalkan potensi daerahnya pada publik.

Acara dibuka dengan sambutan oleh  Ir. Satuki, MSi selaku perwakilan Kepala Dinas Pariwisata Jember. Kemudian lanjut panduan singkat oleh Ibu Deta dan Mas Yungky dari Bagian Promosi yang kemudian memandu perjalanan ditemani Luna Tour & Travel.

Welcome speech dari Dinas Pariwisata Jember

Destinasi hari pertama cukup padat, mulai Museum Tembakau, BIN Cigar, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Pantai Watu Ulo dan Papuma, dan diakhiri beristirahat di Green Hill Hotel.


Di depan Puslitkoka. FYI, temen blogger Rizky Vadilla mewakili pegiat medsos dari Location

Hari kedua, dari hotel, rombongan menuju ke Jumerto Rafting untuk mencoba wahana rafting itu sendiri dan juga tubing.

Diikuti sekitar 60-an orang, fam trip perdana ini boleh dibilang sukses. Meskipun, pastinya perlu ada evaluasi supaya lebih baik lagi ke depannya. Seperti pembagian kelompok dari berbagai latar belakang sehingga menjalin keakraban lintas pegiat media sosial atau netizen, dan memudahkan koordinasi.

Ter-candid di Watu Ulo

Semoga saja kegiatan positif ini masih akan terus berlanjut dengan destinasi lain yang tak kalah serunya ya.    
Kamu juga suka traveling dan menuliskannya di blog, kenapa ga gabung aja dengan komunitas Bloggr Jember Sueger? Ikuti terus info kegiatan kami di Instagram : @bloggerjember dan juga Facebook : Blogger Jember Sueger.

Pengen tahu catatan perjalanan para skuad BJS ? Intip disini ya :
  • Rhoshandhayani KT
 

Menangkap Peluang Kerja Film dalam Sudut Pandang Lokal



Kalau berbicara tentang Jember, sebuah kota di ujung Jawa dengan luas hampir 4.000 km itu memiliki banyak sumber daya yang bisa dieksplore. Salah banyaknya antara lain tempat wisata, kesenian tradisional hingga kuliner.

Jember pun memiliki berbagai macam julukan, salah satunya adalah kota Santri. Disebut begitu karena di Jember terdapat banyak pesantren, mulai dari pesantren yang kecil hingga pesantren-pesantren besar, dimana santrinya bisa mencapai ribuan. Banyaknya santri di Jember ini menandakan bahwa geliat kerohanian Islam sangat tinggi.

Selain itu, para pemudanya pun merupakan orang-orang yang penuh kreatifitas tinggi. Ada banyak komunitas atau perkumpulan pemuda dan masyarakat yang bergerak untuk memajukan Jember. Salah satunya adalah Masyarakat Film Jember (MFJ), yang digagas oleh Bobby Rahadian, seorang penulis naskah lokal.

Kalau berbicara tentang film, sebenarnya FILM adalah media komunikasi yang bersifat audio visual untuk menyampaikan suatu pesan kepada sekelompok orang yang berkumpul di suatu tempat tertentu. Pesan film pada komunikasi massa dapat berbentuk apa saja tergantung dari misi film tersebut.

MFJ pun memiliki impian, seperti yang dikatakan oleh Ipank, ketua MFJ Jember pada Bincang Sore, Rabu 11 Oktober 2017 di Cafe Klasik, Jl. S. Parman No. 59 Jember, Lantai 2 yang menjadi satu dengan area PT. Warna Indonesia Tour, bahwa dengan dan melalui film, ada gerakan nyata yang dibuat untuk memajukan Jember.



Syaikh As-Sa’Dy berkata, “Allah menciptakan segala yang ada di bumi untuk kalian, sebagai bentuk kebaikan dan rahmat untuk kalian, agar kalian dapat mengambil manfaat, menikmati, serta mengambil pelajaran.”

Melalui film, ada banyak hal yang bisa kita ketahui. Film bisa merepresentasikan sejarah, kisah di masa lalu, dimana kita bahkan belum lahir, atau bayangan masa depan, bisa juga keindahan tempat-tempat yang bahkan tidak pernah kita kunjungi atau kebaikan-kebaikan yang bisa menjadi teladan dari kisah-kisah pejuang-pejuang pada masa peradaban emas yang lalu.

Dalam suatu produksi film, ada banyak hal yang harus dipersiapkan, antara lain narasi, wardrobe, cast, perlengkapan broadcast, dana, dan sebagainya. Itu artinya seorang sineas, harus memiliki pengetahuan akan semua itu dalam memproduksi sebuah film, agar film yang dia produksi, pesannya dapat ditangkap oleh masyarakat. Ada kualitas yang menjadi standar dan ada visi-misi dalam sebuah film.

Niat dan minat masyarakat Jember pada Film juga harus mendapat jalan atau peluang yang benar bersama orang-orang yang berpengalaman di bidangnya agar dapat saling mendatangkan manfaat dan saling mengambil pelajaran. Karena itu,. MFJ diharapkan menjadi tempat sharing untuk semua elemen yang ada di film.



Untuk membuktikan komitmennya dalam mengembangkan film indie, MFJ memiliki ‘program’ produksi film pentalogi, dimana dua diantaranya telah selesai diproduksi yaitu ‘Tentang Menemukan’ dan ‘Snapshot’. Selain itu, MFJ juga memiliki cita-cita untuk mengadakan Festival Film Jember dan bisa bersaing dengan kota-kota lain dalam produksi film indie.

Di Jember sendiri juga ada banyak komunitas atau perkumpulan sineas, mulai dari tingkat SMA hingga universitas. MFJ terbuka bagi mereka semua sebagai tempat berbagi ilmu dan partner yang bisa diajak bekerjasama.

Harapannya dengan adanya MFJ ini, akan banyak bermunculan film-film berkualitas yang bisa membawa Jember ke dalam perubahan yang lebih baik dan dalam keberkahan. Akan ada sineas-sineas masa depan yang memproduksi film ‘menggugah’ hati dan menjadi pelajaran bagi orang lain, tidak hanya sekedar menjadi hiburan dan tontonan, tapi ada hikmah yang bisa kita petik.

Tempat Wisata Alam Jember yang Wajib Kamu Ketahui

Halo arek Jember! Gimana nih kabar menjelang akhir tahun 2017? Sudah menyiapkan agenda buat menghabiskan akhir tahun kemana untuk mengisi liburan kamu? Kalau belum, ini ada beberapa rekomendasi tempat yang wajib kamu tahu. Tempatnya asik banget dan mengusung tagline naturally Jember banget.



Dan tempat-tempat wisata ini termasuk kekinian loh buat wisata alam di Jember. Ini dia :

1 Cafe Gumitir


Siapa yang udah punya koleksi foto di kursi raksasa itu? Atau cuma sekedar lewat saat kamu melaju dari arah Jember menuju Banyuwangi? Ga ada salahnya kamu beristirahat sejenak dan menikmati tempat yang lumayan wort it ini.

Selengkapnya baca disini.

2 Wana Wisata Rembangan


Siapa sih yang ga kenal dengan wana wisata Rembangan ini? Ini termasuk wana wisata yang sudah ada sejak jaman Belanda dulu loh. Dan merupakan tempat peristirahatan orang-orang Belanda yang biasanya mengawasi perkebunan di jaman itu. Apa aja yang bisa kamu lakukan di Rembangan? Ada banyak.

Intip apa aja yang bsia kamu lakukan di Rembangan disini

3  Taman Botani Sukorambi


Ini tempat baru yang juga bisa dijadikan outbound kece bareng teman-teman tercinta. Mau teman kantor, komunitas, keluarga, semuanya bisa. Dan ternyata tempatnya lumayan lengkap loh fasilitasnya.

Cari tahu tentang Botani disini ya. 

4 SJ 88


Buat arek hits Jember, tempat ini memang sudah ga asing lagi, Kapan lagi kan bisa menikmati pemandangan Jember dari atas bukit yang ada batu besarnya. Dan, photo spot nya itu loh bener-bener instagenic banget. 

Untuk menuju kesana, bisa baca ulasan disini ya.

5 Pantai Getem Puger


Siapa yang tak tahu dengan Puger? Daerah yang disinyalir sebagai pusat kota Jember pada zaman dahulu kala ini, ternyata menyimpan keeksotikan lainnya. Selain Pantai Pancer, yang terbaru ada Pantai Getem.

Seperti apa Pantai Getem ini? Selengkapnya baca disini

6 Pasar Lumpur Tanoker


Satu lagi, edu wisata yang menggabungkan unsur alam dan kearifan lokal penduduknya, yaitu komunitas belajar Tanoker. Di akhir bulan, setiap hari Minggu, di Minggu keempat ada yang spesial loh. Kmau bisa bermain polo lumpur disana sekaligus menyaksikan gelaran Pasar Lumpur Tanoker.

Asik ya? Penasaran? Baca selengkapnya disini

7 Pantai Pancer Puger


Ternyata, ini dia pantai yang lebih duluan populer dibandingkan Pantai Getem Puger. Jadi, lebih baik kalau kamu berkunjung ke Puger, sekalian aja mampir kesini ya.

Cek selengkapnya tentang pantai ini disini

8 Pantai Cangak'an Ambulu


Ada lagi nih yang masih perawan dan bisa bikin kamu sersa berada di pantai pribadi.

Penasaran? Langsung cus info selengkapnya disini


Yap, itu tadi tempat wisata alam rekomendasi di wilayah Jember yang bisa kamu eksplorasi lebih lanut ya. Tapi ingat, untuk selalu menjaga kebersihan dan keindahan alam supaya generasi setelah kamu pun, bisa tetap menikmati indahnya penciptaan-Nya. Jangan pernah tinggalkan apapun di tempat yang kamu kunjungi selain jejak dan kenangan :)

Blog Coaching Clinic Jember Featuring Blogger Perempuan Network

Ada yang berbeda di kopdar Blogger Jember Sueger (BJS) edisi #5 pada Minggu, 27 Agustus 2017 yang lalu. Selain tema yang tentu saja beda ya, kali ini BJS kedatangan tamu spesial yang datang jauh-jauh dari Jakarta. Siapa lagi kalau bukan tim mbak-mbak mastah dari Blogger Perempuan Network (BP Network). Yey, akhirnya :)


 blog coaching clinic jember


Ceritanya, tim BP Network sempat sounding tentang roadshow ngobrol cantik yang memungkinkan buat diadakan di kota mana saja. Jadilah, waktu itu, Prita Hw japri lewat inbox pada salah satu kru BP Network, Mbak Alaika Abdullah. Gayung pun bersambut, sempat surprise juga ternyata BJS adalah komunitas pertama yang menawarkan diri dan disanggupi! Wuah, rasanya berasa pengen langsung gelar karpet merah deh. Etapi, ternyata tim BP Network, sempat mampir ke Surabaya dulu loh karena jalurnya yang searah menuju Jember.

Berkah lain lagi adalah, ngobcan yang mengusung tema Blog Coaching Clinic ini didukung sepenuhnya oleh Green Hill Hotel & Convention Center yang beralamat di Jalan Raya Rembangan No. 99, Baratan, Jember atau kalau BJS-ers mau menuju ke arah Rembangan, tolehlah di kanan jalan, nah disitulah Green Hill berada. Letaknya ga terlalu jauh dari Patrang.

Udara sejuk langsung menyambut panitia kopdar #5 saat akan mempersiapkan segala sesuatu untuk acara ini. Dan ternyata, sudah ada dua peserta pertama yang datang lebih dari panitia, salut :) Sedangkan panitia masih celingukan nyamperin receptionist Green Hill untuk bertanya di kamar homestay manakah tim BP Network berada. Dan, ternyata mbak-mbak mastah baru sampai Jember jam 2 dini hari. Luar biasa.

Tepat pukul 09.00, acara pun dimulai. Niera Rany yang didapuk sebagai MC mulai menyapa para peserta kopdar kali ini. Semuanya ada 30 peserta, kuota yang dibatasi untuk kopdar kali ini :) Ternyata tim BP Network sempat terhenyak juga, ga nyangka kalau yang hadir ternyata separuhnya adalah blogger laki-laki, hehe.




Untung kesetaraan gender berlaku disini :) Sebelum masuk ke materi inti, para peserta diminta untuk memperkenalkan diri, juga nama blog nya, dan harapan mengikuti acara ini. O iya, ada dua orang juga yang ternyata blogger Situbondo loh.

Dan, tibalah saatnya materi yang ditunggu. Mbak Shintaries memperkenalkan diri bagaimana dirinya yang awalnya 'tukang bangunan' karena sehari-harinya bekerja sebagai engineer lalu kemudian memutuskan resign dan memulai debutnya sebagai pro blogger dari nol. Bahkan, sekaliber Mbak Shintaries pun sumringah ga karuan saat berhasil me-monetize blog nya dengan fee pertamanya yang 75 ribu rupiah.



Ternyata Mbak Shintaries juga mengalami apa yang kita alami ya, hehe..

Kali ini, Blog Coaching Clinic akan membahas 4 komponen yang sering disebut-sebut dan tak jarang membuat bingung para blogger newbie, yaitu design, SEO, analytics, content, dan monetize. BJS sengaja bagikan secara singkat supaya BJS-ers yang belum datang ke acaranya, juga bisa ikut menyimak inti sarinya ya :)

Design


Khusus untuk design, biasanya ini hal pertama yang bikin para blogger baper dan jadi motivasi buat ngeblog selanjutnya. Meski ini sebenernya bukan tolak ukur utama, tapi design yang ramah di mata memang kewajiban banget di dunia online yang lebih membutuhkan kekuatan visual daripada sekedar teks saja.

Untuk design ini, saran dari Mbak Shintaries adalah yang clean, dan berlatar belakang warna putih 80 %, terdiri dari content dan side bar, juga fast loading alias ga perlu ditambahi elemen ga penting ala jadul seperti pernak pernik kursor bergambar, salju, lagu,dan lainnya.



Parameter design ini sebenarnya mengacu pada orientasi pembaca, mesin pencari seperti Google, sebisa mungkin menurunkan bounce rate sehingga memperpanjang time on site, dan juga untuk kebutuhan branding. 

SEO (Search Engine Optimization)


Untuk optimasi SEO. ternyata sangat tergantung pada :



Dan ternyata SEO ga melulu memaksimalkan mesin saja loh, tapi juga mngoptimalkan konten. Karena saat ini, SEO makin berkembang. Tidak hanya untuk kebutuhan mesin tapi juga penggunanya. Caranya? Nah, ada di poin berikutnya :)

Content


Content is the king, ini masih berlaku loh. Untuk bis amembuat konten yang baik, ini beberapa sarannya :
  • Kronologis : urutan cerita yang logis dan teratur
  • Tematik : membahas satu topik khusus dalam 1 blog
  • Didaktik : bersifat ilmu pengetahuan
  • Solutif : memberikan solusi dalam tulisan
Dan, untuk teknis penulisan kontennya seperti ini :
  • Artikel minimal 1000 kata
  • Pilih tema (opini, isu terkini, pengalaman)
  • Cari keyword (http://keywordtool.io/)
  • Gambar : bisa di penyedia gambar gratis seperti https://styledstock.co/ ; https://www.foodiesfeed.com/ ; https://www.pexels.com/ ; https://www.pixabay.com/ dan sebagainya.
  • Isi meta deskripsi
  • Gunakan internal dan external link
  • Gunakan bold dan heading

Bahkan, jumlah minimal kata yang bagus menurut hasil riset bisa sedetail ini loh :



Dan, untuk optimalisasi lebih jauh, secara teknis, BJS-ers bisa perhatikan ini :



Analytics

Nah, kalau analytics ini berhubungan banget sama yang namanya monetize. Hm, tapi selain untuk kebutuhan klien, kita juga perlu tahu loh statistik blog kita untuk bahan evaluasi dan lebih mengenal pembaca.



Buat BJS-ers yang belum memasang google analytics, bisa langsung pasang dari sekarang ya :)

Monetize

Bagian ini tentu yang paling bikin mata terbelalak. Siapa sih yang ga hepi punya hobi yang dibayar? Tapi tentunya untuk menuju ke arah ini, BJS-ers harus melakukan segenap upaya dulu, dan itu ga bisa didapat dengan instan. Katanya kan, kesuksesan yang didapat dengan cara instan, bakal cepat menguap juga loh. Naudzubillah ya :) 

Karena itu, serangkaian tips-tips dari Mbak Shintaries ini perlu banget dilakukan step by step, learning by doing, dan biarkan pengalaman kita mengajarkan banyak hal. 

Monetize itu terdiri dari banyak hal yang bisa didapatkan dari sebuah blog, seperti :



Dan, untuk tips monetize nya, BJS-ers bisa perhatikan ini :



Dan, untuk mendukung itu semua, membangun personal branding ternyata juga tetap menjadi prioritas. Jadi, pikirkan baik-baik ya :)


Jadi gimana? Masih mau jadi pro blogger? Apa cukup wanna be? Semua pilihan ada di depan mata.
Paling ga, lewat acara yang menghadirkan tim BP Network ini, peserta bisa langsung mendengarkan kisah nyata dari para blogger sukses yang ternyata dulunya juga melakukan hal sama loh. Selain Mbak Shintaries, pada kopdar yang berakhir pada pukul 1 siang itu, hadir pula Mbak Shintaries dan Mbak Alaika yang juga mengenalkan kebijakan BL Network dan BP Pertnership. Juga tamu spesial dari Bandung, Mbak Nchie Hanie.

Diakhiri makan siang yang sudah dipersiapkan apik oleh Green Hill dan juga pemberian doorprize  oleh pihak-pihak yang mendukung seperti Lapak The Jannah, The Jannah Institute, Trajekline, www.halokakros.com, www.liannyhendrawati.com, juga www.noya-stories.blogspot.co.id, juga www.rurohma.com. Ga nyangka banget doorprize malah melimpah di hari H :)


blog coaching clinic jember

blog coaching clinic jember



O iya, tak lupa, mini souvenir untuk dibawa pulang tim BP Network dan juga foto dengan seluruh peserta. Terimakasih semuanya,  kopdar #5 kali ini sungguh berkesan. Semoga tim BP ga kapok untuk menyambangi kita lagi ya :)
 

 
 

JFC Conference 2017, Bersama Mewujudkan Jember sebagai Kota Karnaval Dunia

Halo BJS-ers, bulan Agustus ini menjadi bulan yang spesial bagi warga Jember, selain merupakan bulan kemerdekaan Republik Indonesia, di bulan ini juga terdapat acara rutin tahunan yang diadakan di Jember, apa lagi kalau bukan Jember Fashion Carnival (JFC). Gelaran karnaval terbaik ketiga di dunia ini diadakan mulai tanggal 9 s/d 13 Agustus 2017. Nah, ditengah rangkaian acara JFC, ada satu agenda penting yang melibatkan para pelaku kreatif dan stakeholder di Jember yaitu JFC Conference, serunya lagi, BJS diundang sebagai salah satu pesera konferensi tersebut. Berikut adalah liputannya.
 
 
JFC Conference 2017 diselenggarakan oleh Panitia JFC yang bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI dan Majalah Venue. Acara ini mengundang seluruh stakeholder yang berkaitan dengan penyelenggaraan JFC, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, elemen pendidikan, komunitas hingga pemilik usaha di Jember. Total, ada sekitar 100 orang yang menghadiri acara yang digelar di Sapphire Room Aston Hotel Jember ini.

Sebelum acara dimulai, kami berbincang-bincang dengan talent yang disiapkan diluar ballroom, Putri, adalah Siswi SMA 5 Jember yang kali ini tampil menggunakan defile Dayak. Ia mengaku baru 2 tahun ini mengikuti JFC.

 
JFC Conference dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Taufik Rahzen, budayawan sekaligus staf Kementerian Pariwisata RI, pada sambutannya, ia sangat mengapresiasi kegiatan JFC yang sudah diselenggarakan selama 16 tahun sejak tahun 2001, Taufik yang juga merupakan angkatan pertama SMA 2 Jember ini mengajak seluruh peserta untuk ikut serta berkontribusi mendukung JFC sesuai dengan profesinya masing-masing.


Sambutan kedua diberikan oleh ketua JFC, Dynand Fariz, dengan semangat ia menjelaskan tentang visi dan misi JFC, serta perjuangannya selama 16 tahun mengadakan JFC yang berawal dari ide pribadinya. Setelah membuka JFC Conference, Dynand mempersilahkan para talent yang sudah menggunakan kostum JFC memasuki ruangan, ada total 8 defile yang ditampilkan, mulai dari Bali, Betawi, hingga Toraja.

Memasuki acara selanjutnya adalah Talkshow sesi satu yang diisi oleh Silvia Hilda, Ketua Asosiasi Karnaval Indonesia (Akari) Kepuauan Riau, pada kesempatan ini, ia bercerita tentang usahanya untuk mengembangkan potensi pariwisata di daerahnya dengan menggelar Indonesia Night Second Nongsa Carnival” di Turi Beach Resort, Nongsa, Batam tahun 2015 lalu, ia mengaku terinspirasi oleh kegiatan JFC yang menjadi ajang karnaval terbaik di Indonesia.

Talkshow sesi kedua dimulai dengan materi City Branding : Jember” yang dibawakan oleh Yuswohady, praktisi branding dibalik Enjoy Jakarta” dan Jogja Istimewa”. Pada case jember sebagai kota karnaval dunia, ia mengatakan harus ada 3 strategi yang dibuat, mulai dari Customer Strategy, Product Strategy dan Marketing Strategy. 

Sebagai penutup, hadir Monalisa,  dengan materi How to make carnaval city”, Dosen Universitas Trisakti ini begitu semangat menceritakan tentang kiat-kiat menjadikan Jember sebagai kota karnaval dunia, Mari kita bersama mewujudkan JFC agar memiliki Multiplier Effect Sustainability”. ungkap Wanita kelahiran Jember ini.

Kesimpulan dari pertemuan ini adalah, untuk mewujudkan Jember sebagai kota karnaval dunia, tidak hanya tugas panitia JFC, tapi juga dukungan pemerintah dan seluruh stakeholder yang ada.

Itu dia field report dari acara JFC Conference 2017, kami dari BJS senang sekali dapat diundang dalam acara ini, apa lagi pemateri berkali-kali menyebutkan peran penting blogger untuk ikut serta mempromosikan JFC.
 
Kontributor : Rizky Vadilla