Blog Coaching Clinic Jember Featuring Blogger Perempuan Network

Ada yang berbeda di kopdar Blogger Jember Sueger (BJS) edisi #5 pada Minggu, 27 Agustus 2017 yang lalu. Selain tema yang tentu saja beda ya, kali ini BJS kedatangan tamu spesial yang datang jauh-jauh dari Jakarta. Siapa lagi kalau bukan tim mbak-mbak mastah dari Blogger Perempuan Network (BP Network). Yey, akhirnya :)


 blog coaching clinic jember


Ceritanya, tim BP Network sempat sounding tentang roadshow ngobrol cantik yang memungkinkan buat diadakan di kota mana saja. Jadilah, waktu itu, Prita Hw japri lewat inbox pada salah satu kru BP Network, Mbak Alaika Abdullah. Gayung pun bersambut, sempat surprise juga ternyata BJS adalah komunitas pertama yang menawarkan diri dan disanggupi! Wuah, rasanya berasa pengen langsung gelar karpet merah deh. Etapi, ternyata tim BP Network, sempat mampir ke Surabaya dulu loh karena jalurnya yang searah menuju Jember.

Berkah lain lagi adalah, ngobcan yang mengusung tema Blog Coaching Clinic ini didukung sepenuhnya oleh Green Hill Hotel & Convention Center yang beralamat di Jalan Raya Rembangan No. 99, Baratan, Jember atau kalau BJS-ers mau menuju ke arah Rembangan, tolehlah di kanan jalan, nah disitulah Green Hill berada. Letaknya ga terlalu jauh dari Patrang.

Udara sejuk langsung menyambut panitia kopdar #5 saat akan mempersiapkan segala sesuatu untuk acara ini. Dan ternyata, sudah ada dua peserta pertama yang datang lebih dari panitia, salut :) Sedangkan panitia masih celingukan nyamperin receptionist Green Hill untuk bertanya di kamar homestay manakah tim BP Network berada. Dan, ternyata mbak-mbak mastah baru sampai Jember jam 2 dini hari. Luar biasa.

Tepat pukul 09.00, acara pun dimulai. Niera Rany yang didapuk sebagai MC mulai menyapa para peserta kopdar kali ini. Semuanya ada 30 peserta, kuota yang dibatasi untuk kopdar kali ini :) Ternyata tim BP Network sempat terhenyak juga, ga nyangka kalau yang hadir ternyata separuhnya adalah blogger laki-laki, hehe.




Untung kesetaraan gender berlaku disini :) Sebelum masuk ke materi inti, para peserta diminta untuk memperkenalkan diri, juga nama blog nya, dan harapan mengikuti acara ini. O iya, ada dua orang juga yang ternyata blogger Situbondo loh.

Dan, tibalah saatnya materi yang ditunggu. Mbak Shintaries memperkenalkan diri bagaimana dirinya yang awalnya 'tukang bangunan' karena sehari-harinya bekerja sebagai engineer lalu kemudian memutuskan resign dan memulai debutnya sebagai pro blogger dari nol. Bahkan, sekaliber Mbak Shintaries pun sumringah ga karuan saat berhasil me-monetize blog nya dengan fee pertamanya yang 75 ribu rupiah.



Ternyata Mbak Shintaries juga mengalami apa yang kita alami ya, hehe..

Kali ini, Blog Coaching Clinic akan membahas 4 komponen yang sering disebut-sebut dan tak jarang membuat bingung para blogger newbie, yaitu design, SEO, analytics, content, dan monetize. BJS sengaja bagikan secara singkat supaya BJS-ers yang belum datang ke acaranya, juga bisa ikut menyimak inti sarinya ya :)

Design


Khusus untuk design, biasanya ini hal pertama yang bikin para blogger baper dan jadi motivasi buat ngeblog selanjutnya. Meski ini sebenernya bukan tolak ukur utama, tapi design yang ramah di mata memang kewajiban banget di dunia online yang lebih membutuhkan kekuatan visual daripada sekedar teks saja.

Untuk design ini, saran dari Mbak Shintaries adalah yang clean, dan berlatar belakang warna putih 80 %, terdiri dari content dan side bar, juga fast loading alias ga perlu ditambahi elemen ga penting ala jadul seperti pernak pernik kursor bergambar, salju, lagu,dan lainnya.



Parameter design ini sebenarnya mengacu pada orientasi pembaca, mesin pencari seperti Google, sebisa mungkin menurunkan bounce rate sehingga memperpanjang time on site, dan juga untuk kebutuhan branding. 

SEO (Search Engine Optimization)


Untuk optimasi SEO. ternyata sangat tergantung pada :



Dan ternyata SEO ga melulu memaksimalkan mesin saja loh, tapi juga mngoptimalkan konten. Karena saat ini, SEO makin berkembang. Tidak hanya untuk kebutuhan mesin tapi juga penggunanya. Caranya? Nah, ada di poin berikutnya :)

Content


Content is the king, ini masih berlaku loh. Untuk bis amembuat konten yang baik, ini beberapa sarannya :
  • Kronologis : urutan cerita yang logis dan teratur
  • Tematik : membahas satu topik khusus dalam 1 blog
  • Didaktik : bersifat ilmu pengetahuan
  • Solutif : memberikan solusi dalam tulisan
Dan, untuk teknis penulisan kontennya seperti ini :
  • Artikel minimal 1000 kata
  • Pilih tema (opini, isu terkini, pengalaman)
  • Cari keyword (http://keywordtool.io/)
  • Gambar : bisa di penyedia gambar gratis seperti https://styledstock.co/ ; https://www.foodiesfeed.com/ ; https://www.pexels.com/ ; https://www.pixabay.com/ dan sebagainya.
  • Isi meta deskripsi
  • Gunakan internal dan external link
  • Gunakan bold dan heading

Bahkan, jumlah minimal kata yang bagus menurut hasil riset bisa sedetail ini loh :



Dan, untuk optimalisasi lebih jauh, secara teknis, BJS-ers bisa perhatikan ini :



Analytics

Nah, kalau analytics ini berhubungan banget sama yang namanya monetize. Hm, tapi selain untuk kebutuhan klien, kita juga perlu tahu loh statistik blog kita untuk bahan evaluasi dan lebih mengenal pembaca.



Buat BJS-ers yang belum memasang google analytics, bisa langsung pasang dari sekarang ya :)

Monetize

Bagian ini tentu yang paling bikin mata terbelalak. Siapa sih yang ga hepi punya hobi yang dibayar? Tapi tentunya untuk menuju ke arah ini, BJS-ers harus melakukan segenap upaya dulu, dan itu ga bisa didapat dengan instan. Katanya kan, kesuksesan yang didapat dengan cara instan, bakal cepat menguap juga loh. Naudzubillah ya :) 

Karena itu, serangkaian tips-tips dari Mbak Shintaries ini perlu banget dilakukan step by step, learning by doing, dan biarkan pengalaman kita mengajarkan banyak hal. 

Monetize itu terdiri dari banyak hal yang bisa didapatkan dari sebuah blog, seperti :



Dan, untuk tips monetize nya, BJS-ers bisa perhatikan ini :



Dan, untuk mendukung itu semua, membangun personal branding ternyata juga tetap menjadi prioritas. Jadi, pikirkan baik-baik ya :)


Jadi gimana? Masih mau jadi pro blogger? Apa cukup wanna be? Semua pilihan ada di depan mata.
Paling ga, lewat acara yang menghadirkan tim BP Network ini, peserta bisa langsung mendengarkan kisah nyata dari para blogger sukses yang ternyata dulunya juga melakukan hal sama loh. Selain Mbak Shintaries, pada kopdar yang berakhir pada pukul 1 siang itu, hadir pula Mbak Shintaries dan Mbak Alaika yang juga mengenalkan kebijakan BL Network dan BP Pertnership. Juga tamu spesial dari Bandung, Mbak Nchie Hanie.

Diakhiri makan siang yang sudah dipersiapkan apik oleh Green Hill dan juga pemberian doorprize  oleh pihak-pihak yang mendukung seperti Lapak The Jannah, The Jannah Institute, Trajekline, www.halokakros.com, www.liannyhendrawati.com, juga www.noya-stories.blogspot.co.id, juga www.rurohma.com. Ga nyangka banget doorprize malah melimpah di hari H :)


blog coaching clinic jember

blog coaching clinic jember



O iya, tak lupa, mini souvenir untuk dibawa pulang tim BP Network dan juga foto dengan seluruh peserta. Terimakasih semuanya,  kopdar #5 kali ini sungguh berkesan. Semoga tim BP ga kapok untuk menyambangi kita lagi ya :)
 

 
 

JFC Conference 2017, Bersama Mewujudkan Jember sebagai Kota Karnaval Dunia

Halo BJS-ers, bulan Agustus ini menjadi bulan yang spesial bagi warga Jember, selain merupakan bulan kemerdekaan Republik Indonesia, di bulan ini juga terdapat acara rutin tahunan yang diadakan di Jember, apa lagi kalau bukan Jember Fashion Carnival (JFC). Gelaran karnaval terbaik ketiga di dunia ini diadakan mulai tanggal 9 s/d 13 Agustus 2017. Nah, ditengah rangkaian acara JFC, ada satu agenda penting yang melibatkan para pelaku kreatif dan stakeholder di Jember yaitu JFC Conference, serunya lagi, BJS diundang sebagai salah satu pesera konferensi tersebut. Berikut adalah liputannya.
 
 
JFC Conference 2017 diselenggarakan oleh Panitia JFC yang bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI dan Majalah Venue. Acara ini mengundang seluruh stakeholder yang berkaitan dengan penyelenggaraan JFC, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, elemen pendidikan, komunitas hingga pemilik usaha di Jember. Total, ada sekitar 100 orang yang menghadiri acara yang digelar di Sapphire Room Aston Hotel Jember ini.

Sebelum acara dimulai, kami berbincang-bincang dengan talent yang disiapkan diluar ballroom, Putri, adalah Siswi SMA 5 Jember yang kali ini tampil menggunakan defile Dayak. Ia mengaku baru 2 tahun ini mengikuti JFC.

 
JFC Conference dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Taufik Rahzen, budayawan sekaligus staf Kementerian Pariwisata RI, pada sambutannya, ia sangat mengapresiasi kegiatan JFC yang sudah diselenggarakan selama 16 tahun sejak tahun 2001, Taufik yang juga merupakan angkatan pertama SMA 2 Jember ini mengajak seluruh peserta untuk ikut serta berkontribusi mendukung JFC sesuai dengan profesinya masing-masing.


Sambutan kedua diberikan oleh ketua JFC, Dynand Fariz, dengan semangat ia menjelaskan tentang visi dan misi JFC, serta perjuangannya selama 16 tahun mengadakan JFC yang berawal dari ide pribadinya. Setelah membuka JFC Conference, Dynand mempersilahkan para talent yang sudah menggunakan kostum JFC memasuki ruangan, ada total 8 defile yang ditampilkan, mulai dari Bali, Betawi, hingga Toraja.

Memasuki acara selanjutnya adalah Talkshow sesi satu yang diisi oleh Silvia Hilda, Ketua Asosiasi Karnaval Indonesia (Akari) Kepuauan Riau, pada kesempatan ini, ia bercerita tentang usahanya untuk mengembangkan potensi pariwisata di daerahnya dengan menggelar Indonesia Night Second Nongsa Carnival” di Turi Beach Resort, Nongsa, Batam tahun 2015 lalu, ia mengaku terinspirasi oleh kegiatan JFC yang menjadi ajang karnaval terbaik di Indonesia.

Talkshow sesi kedua dimulai dengan materi City Branding : Jember” yang dibawakan oleh Yuswohady, praktisi branding dibalik Enjoy Jakarta” dan Jogja Istimewa”. Pada case jember sebagai kota karnaval dunia, ia mengatakan harus ada 3 strategi yang dibuat, mulai dari Customer Strategy, Product Strategy dan Marketing Strategy. 

Sebagai penutup, hadir Monalisa,  dengan materi How to make carnaval city”, Dosen Universitas Trisakti ini begitu semangat menceritakan tentang kiat-kiat menjadikan Jember sebagai kota karnaval dunia, Mari kita bersama mewujudkan JFC agar memiliki Multiplier Effect Sustainability”. ungkap Wanita kelahiran Jember ini.

Kesimpulan dari pertemuan ini adalah, untuk mewujudkan Jember sebagai kota karnaval dunia, tidak hanya tugas panitia JFC, tapi juga dukungan pemerintah dan seluruh stakeholder yang ada.

Itu dia field report dari acara JFC Conference 2017, kami dari BJS senang sekali dapat diundang dalam acara ini, apa lagi pemateri berkali-kali menyebutkan peran penting blogger untuk ikut serta mempromosikan JFC.
 
Kontributor : Rizky Vadilla

Inginkan Masyarakat Selalu Bahagia, Tanoker Inisiasi Pengasuhan Positif dalam Keluarga




Keluarga merupakan fondasi utama di dalam masyarakat yang dibutuhkan kerjasama yang baik antar individu di dalamnya. Ibu dan Ayah memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan mengharmoniskan keluarga. Salah satu caranya adalah apabila Ibu sedang memasak di dapur pada hari Minggu, Ayah datang membantu Ibu sambil mengupas bawang, lalu obrolan hangat akan mengalir sedemikian rupa. Salah satu potret keromantisan dalam keluarga tersebut mampu menjadi alasan untuk tetap mengalirkan kasih sayang tanpa batas.
Mirisnya, tidak semua Ayah dan Ibu paham tentang berbagi dan mendukung peran tersebut. Ada keluarga yang semua aktivitas harus dikerjakan sesuai porsinya masing-masing sesuai ilmu turun temurun. Ada pula keluarga yang merendahkan kemampuan pasangannya karena tidak maksimal dalam melakukan aktivitas utamanya, lalu disepelekan. Minimnya ilmu pemahaman tentang keterdukungan pasangan dalam berkeluarga tersebut menjadi salah satu faktor adanya perceraian dalam rumah tangga.

Untuk itu perlu dibekali wawasan dan pengetahuan bagi Ayah dan Ibu supaya keluarga dapat berjalan harmonis. Jadi, tidak melulu anak saja yang disekolahkan, tapi Ayah dan Ibu juga perlu disekolahkan. Tapi nggak lama-lama banget seperti wajib belajar 9 tahun, hehehe.

Tanoker, komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial masyarakat, menginisiasi lahirnya sekolah Bok Ebok dan sekolah Pak Bapak. Kedua sekolah tersebut menjadi sarana berkumpulnya Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak untuk menambah wawasan tentang peran dirinya dalam keluarga untuk menjadikan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah.

Kegiatan yang menarik ini diapresiasi oleh pemerintah, yaitu Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka bekerjasama dengan Tanoker untuk mengadakan workshop skala nasional yang dapat meningkatkan pemahaman Ibu dan Ayah dalam berkeluarga.

Workshop bertajuk Urgensi Pengasuhan Positif dalam Keluarga Masyarakat, diselenggarakan pada hari ini Selasa, 9 Mei 2017 mulai pukul 8 pagi sampai pukul 3 sore bertempat di Gedung PKG desa Ledokombo, kecamatan Ledokombo, kabupaten Jember. Kegiatan ini akan dihadiri oleh kurang lebih 250 orang yang sebagian besar akan diikuti oleh warga yang pernah menjadi buruh migran di luar kota maupun luar negeri.

Workshop ini akan dibuka oleh Pak Sukirman selaku direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga yang akan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para pakar. Materi yang disampaikan antara lain pengasuhan positif, mendidik anak di era digital, dan pengasuhan berempati. Penuturan materi tersebut akan dikemas secara menarik dan menyenangkan agar tertanam kuat di benak para pesertanya yang umumnya sudah tak lagi berusia muda.

Kegiatan konferensi pers workshop urgensi pengasuhan positif dalam keluarga masyarakat
“Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan lebih lanjut terkait pengasuhan anak dalam pendidikan keluarga bagi masyarakat supaya dapat terjalin keluarga yang bahagia, sakinah mawaddah wa rohmah”, begitu kata Bu Ciciek, direktur Tanoker pada konferensi pers workshop di Jember, pada Senin 8 Mei 2017.

Blogger Jember Sueger bersama Bu Cicik ^_^




Tanoker Gelar Pasar Lumpur di Momen Hardiknas 2017 : Dari Desa untuk Dunia

Halo semua! Kali ini Blogger Jember Sueger (BJS) bakal cerita keseruan satu destinasi wisata yang tetap menjaga kearifan lokalnya di Jember. Yup, siapa yang tak kenal dengan Tanoker? Komunitas yang berkembang dan dikenal sebagai lembaga yang fokus pada pemberdayaan masyarakat ini baru saja menyelenggarakan sebuah acara tepat menutup bulan April lalu, yaitu pada Minggu, 30 April 2017.


via pictaram.com

BJS juga sempat diundang saat press gathering nya di Cafe Tipis-Tipis, Jalan Danau Toba Jember, tepat empat hari sebelum penyelenggaraan event bernama Pasar Lumpur itu.

Menyimak penuturan Sisillia Velayati yang akrab dipanggil Sisil sebagai perwakilan dari Tanoker siang itu, BJS sudah membayangkan gimana keseruan hajatan warga yang diinisiasi Tanoker ini. Mulai dari pembukaan Pasar Lumpur yang ditandai dengan pemotongan tumpeng, pelepasan merpati (tota'an dereh). Diikuti bazar kuliner sehat dan unik yang menjual hasil olahan masyarakat Ledokombo yang menyajikan berbagai kreasi untuk mempertahankan ragam kuliner tradisional dan mengembangkannya.




Jajaran makanan tradisional ini bakal bikin kita ga kuasa menahan air liur. Seperti nasi jagung, nasi ijo, nasi arab, nasi bakar, nasi pecel, nasi campur, sate jamur, sate keong, sate ayam, nasi lodeh lompong, perkedel lompong, kerupuk mocaf kelor, rengginang mocaf, kembang gula, kelepon, telo, pleret, martabak pepaya muda, tahu petis, puding tape, dawet jagung, jus lumpur, dan buanyak yang lainnya. Hmm.. 


via pictaram.com

Selain cicip mencicip dan pameran produk lokal, juga diadakan lomba kuliner sehat dan kreatif berbagai kreasi makanan dan minuman dari bahan-bahan alami yang ada di sekitar. Syaratnya tepung terigu, tanpa pengawet, tanpa minyak, tanpa pewarna buatan pabrik, tanpa perisa makanan, tanpa pemanis buatan dan tanpa penyedap rasa. Jurinya tak tanggung-tanggung loh, terdiri dari Nina Rohmawati,S.Gz.,M.P.H. (dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember), Maya Cendrawasih (Manajer Rollaas Cafe Jember), Kevin Muqaffi Fieramadhani (Chef Singhasari Resort & Convention) dan Kelvin Soemenap (Chef Aston Jember Hotel & Conference Center).


via tanoker.org

Kalau pengen membawa pulang oleh-oleh, ada pula bazaar leh-oleh serta bazaar pertanian organik yang juga serius dikembangkan.

Yang menarik, ada wisuda S1 dan S2 sekolah bok ebok (Mother School-parenting for peace). Wih, kece bana-bana nih bok-ebok! Jadi, S1 itu adalah mereka yang sudah menyelesaikan 10 topik pembelajaran yang meliputi pengasuhan anak (parenting), pengasuhan anak oleh komunitas (community parenting), identitas diri, peran perempuan dalam keamanan, peran perempuan dalam pembangunan desa, keseharan reproduksi, juga pangan sehat dan kreatif. Kegiatan belajar ini merupakan kegiatan belajar bersama ibu-ibu di Desa Sumbersalak, Ledokombo, dan Slateng. Titurnya, dari ibu-ibu sendiri, yaitu yang lebih dulu mendapat training atau telah mengikuti TOT (training of trainer). Kalau S2? Semacam topik pembelajaran lanjutan lagi. Keren, kan? O iya, wisuda bok ebok kali ini diikuti 91 orang.


via pictaram.com

Juga dimeriahkan oleh pentas anak-anak Tanoker, outbound anak-anak, dan polo lumpur. 


via tanoker.org

Gelaran ini dimaksudkan untuk memperingati hari Kartini dan hari pendidikan nasional 2017. Harapannya, semoga ke depan, apa yang telah digerakkan dari masyarakat ini, dapat menginspirasi berbagai pihak untuk terus berbuat yang terbaik, termasuk dukungan dari para stakeholders dan sektor bisnis.   
Di atas itu semua, Tanoker yang dalam bahas madura berarti kepompong ini memiliki tujuan mulia, mengangkat citra wilayah Ledokombo yang tertinggal, miskin, dan pekat dengan problematika kehidupan menjadi kawasan yang berkembang dengan penuh harapan.  

Seperti yang diungkapkan Farha Ciciek, penggagas Tanoker di sela-sela pembukaan Pasar lumpur 30 April lalu, "Melalui Pasar Lumpur Ledokombo diharapkan terbangun wahana untuk menunjukkan kreatifitas masyarakat di Kecamatan Ledokombo yang menjadi destinasi wisata belajar yang inspiratif di Jember,".

Buat kamu yang ingin mengunjungi destinasi wisat abelajar yang inspiratif di Jember ini, silahkan langsung menuju ke :

Tanoker Ledokombo
Jln Bungur No. 73, Timur Simpang Tiga
Ds. Ledokombo, Kec Ledokombo, Kab.Jember
Jawa Timur 68196, Tlp: (0331) 592 099


Selamat bersenang-senang dan terinspirasi!



Salam BJS,




Kolaborasi Menu dan Kreativitas di Hihi Cafe & Eatery Jember

Halo BJS-ers. Long weekend gini lagi pada ngapain? Pastinya break for a while ya dari segala rutinitas, demi keseimbangan hidup, hehe. Nah, kalau kamu lagi di Jember nih, kali ini BJS mau ulas satu cafe hits di Jember dan baru grand opening Sabtu-Minggu, 22-23 April 2017 yang lalu. 

Yap, seneng banget karena minggu lalu BJS diundang hadir untuk menghadiri event Hihi Cafe & Eatery yang ada di Jalan Sumatra 124 Jember, tepatnya di sekitaran area kampus. Ga cuma hadir aja loh, kali ini BJS juga sekaligus menjadi salah satu media partner nya. Yey!

 
undangan untuk BJS
BJS is one of media partner via @hihi.cafeandeatery

Dengan temen-temen yang lain, ternyata BJS ga bisa kumpul sekaligus jadi satu tumplek blek gitu. Maklumlah karena long weekend juga saat itu (busyet dah ya, banyak banget long weekend April kemarin, hehe). Jadinya, ada yang in charge pas Sabtunya, ada juga pas Minggunya. Kecuali Kak Prita Hw dan Kak Nana W yang kebetulan juga buka lapaknya di Hi!Market dan Faisol yang tempat tinggalnya ternyata tetanggaan sama Hihi :)
 

Apa itu Hi!Market?


Nah, Hi!Market ini semacam local market yang di dalamnya terdapat local brands dengan unsur kreativitas khas anak muda. Meski beberapa ada juga brand dari Bandung dan Jakarta yang harapannya bisa jadi inspirasi produk kreatif juga. 

Beberapa local brands yang hadir antara lain : OCTOBER 18th . ALIEN INDUSTRI . BY ARANA . JEUM WOODEN CLOCK . JUAL KAMERA JEMBER . JUAL MAKE UP JEMBER . KANISHA HIJAB . LA FLEUR . LAPAK THE JANNAH . YIKES COCOXLIM . MASAGISCENTS . NOW OR NEVER . PANDAHUT . POP KALCER . RIRI SCARF . SCRUBCULT . SEENI . SUNRESIST . V_WAX . WORDZ! 


suasana Hi!Market
 
Nah, rencananya Hi!Market ini akan diadakan rutin tahunan. Itu menurut Priscillia CDP dan Fivust yang merupakan owner dari Hihi Cafe & Eatery.

Untuk menyemarakkan Hi!Market, ada juga beberapa workshop yang juga diisi beberapa teman-teman yang ikutan Hi!Market juga. 
Seperti Victoria Mufita MUA yang juga menggelar Jual Make Up Jember sebagai lapaknya di hari Sabtu, 22 April itu.

workshop fashion hijab dan make up

Juga suaminya, Zoel Hapner (ZH Pictures) yang menggelar Jual Kamera Jember sebagai lapaknya juga. Keduanya workshop di hari yang sama dengan jam yang berbeda. 

workshop videography

Sedangkan di hari Minggu, 23 Aprilnya, ada Fivust yang berbagi tentang illustration on any surfaces. Keren banget kan workshop-workshop nya? Semoga saja tahun depan makin variatif ya!

pojok karya Fivust

Apa Saja yang Bisa Dinikmati di Hihi Cafe & Eatery?

Hm, kalau ditanya soal yang satu ini, pastinya karena ini cafe & eatery, makanan dan minumannya jadi incaran dong :)

Iyap, disini, kamu bisa sesuka dan sebahagianya meracik menu sendiri. Apa? Masak sendiri dan prasmanan gitu dong? Haha, ga seekstrim itu kok :) Tapi, memilih carbo, main course, dan sauce sendiri. Jadi, seleranya bisa ala kamu banget deh :) Tapi, kalau mau yang sajian Hihi langsung, ada juga kok :) 


ini menu yang bisa kamu kolaborasikan

Makanan di Hihi ini khas banget. Konsepnya fushion food, yaitu kolaborasi antara dua unsur makanan yang berbeda sehingga menghasilkan menu baru. Apalagi, menu-menu yang terkesan western itu, pakai ditambah keripik talas loh dalam penyajiannya. Dan, yang paling unik, ada sauce sambal bawangnya. Hm, pedes dan nikmat. BJS dan temen-temen yang hadir udah coba :) Semua main course nya, bisa didapatkan cuma dengan 18k aja! Dan, kesemua menu di Hihi memang berkisar antara 18k - 30k. 


minuman sedikit soda dengan jeruk nipis ini suegerrrr, lupa namanya :)
ini spaghetti chicken pop blackpepper, hmmm

ini milkshake monster green tea dan  fusilli dory sambal bawang

Selain keunikan menunya, di Hihi kamu juga bisa berbahagia karena banyaknya sudut-sudut yang pas buat foto-foto ala instagram. Misal keseruan kamu lagi nongkrong di cafe hits di Jember, atau ootd-an gitu :) Kayak gini nih :



ini Suga dan Vadil lagi cobain spot foto satu ini, hehe

Yes, akhirnya BJS and crew udah pada kenyang dan enjoy ngobrol-ngobrol seputar blogging disana, ga lupa dong buat jepret momen favorit dengan rombongan yang beda di dua hari itu, kecuali yang sudah BJS sebut di atas, hehe. 

Pasukan 1st day : Suga, Ros, Prita, Cindy, Vadil (ki-ka)

Pasukan 2nd day : Faisol, Nana W, Niera, Rani, Rohmah (ki-ka)

BJS juga hepi banget, karena selain jadi media partner, kebagian undangan review, juga bisa berjejaring dengan komunitas-komunitas kreatif di Jember. Beberapa yang BJS temui ada PDJI Jember (komunitas DJ yang juga mengisi acara), Ayik & Bongnice yang menyuguhkan live painting, juga komunitas desain grafis Jember, dan Jember Drawing.

Sampai ketemu di Hi!Market tahun depan ya! Bener loh tagline nya Hihi Cafe & Eatery ini, happiness is for everyone. Bahagia itu ya buat siapapun kamu, apalagi pas mampir ke Hihi, cafe hits di Jember :) Jangan lupa ini jam buka dan tutupnya ya!




Salam BJS,