Seputar Jember

Sharing Time YDSF Jember bersama Komunitas dalam Gerakan Sosial

Maret 04, 20201 Comments




“Kita tidak lagi bersaing dalam urusan sumbangan, namun berlomba-lomba dalam hal kebaikan seperti istilah fastabiqul khoirots,” Heri Purnomo S,SE, MM

Sore hari itu sekitar jam 13.00 WIB lebih di hari Sabtu, 15 Februari 2020. Bertempat di Angkringan Grand Cafe Jember sedang ada acara yang akan segera berlangsung begitu seluruh pemateri datang dan duduk di kursi yang telah disediakan. Walau cuaca gerimis tiada henti saat pembukaan, namun pembawa acara tetap memulai kegiatan sharing time tersebut.


Diawali dengan pembukaan, kemudian pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran, sambutan, baru memasuki acara inti sharing time siang hari nan melankolis dengan dipimpin bapak moderator dari YDSF Jember. Nah, sebelum membahas apa aja isi perbincangan dan hasil yang diperoleh dari jagongan kemarin, mungkin akan lebih baik jika kamu mengenal terlebih dahulu apa itu YDSF.

Yah, acara sharing time kemarin digagas oleh YDSF Jember, dimana YDSF merupakan Lembaga Amil Zakat yang bergerak dibidang sosial. YDSF adalah singkatan dari Yayasan Dana Sosial Al-Falah. Kantor pusat YDSF ini berada di Kota Surabaya. Namun, telah memiliki berbagai cabang di beberapa kota di Indonesia, seperti : Jakarta, Yogyakarta, Malang, dan salahsatunya juga termasuk Jember.

YDSF sendiri memiliki tujuan yang sangat mulia, yakni mengumpulkan dana untuk umat islam dan membagikannya untuk aktivitas dakwah, pendidikan islam, dan kemanusiaan. Selain itu, yayasan ini juga memiliki bidang sasaran yang mana merupakan tujuan adanya dana sosial tersebut dalam penyalurannya. Meliputi :
1.      Meningkatkan kualitas pendidikan
2.      Merealisasikan dakwah islamiyyah
3.      Memakmurkan masjid
4.      Memberikan santunan yatim
5.      Peduli kemanusiaan

Jika membaca sasaran dari penyaluran dana yayasan ini tentu kamu dapat menebak manfaat apa yang YDSF berikan kepada sesama dan lingkungan yang ada di berbagai pelosok negeri ini, atau justru di luar negeri ya. Mengingat dana dari YDSF juga sampai ke negara yang pernah mengalami krisis air. Hebat banget.

Mungkin itu adalah sedikit gambaran mengenai yayasan dana sosial ini ya. Dan saatnya kembali pada topik utama artikel ini, yakni sharing time YDSF Jember dengan menjalin kerjasama bersama komunitas dalam gerakan sosial.

Seperti kita ketahui bersama, ada banyak permasalahan sosial yang terjadi di negeri kita. Tidak usah jauh-jauh, di kota kamu sendiri ada permasalahan apa yang bisa kamu sebutkan salahsatunya. Seperti misal, ada keluarga tidak mampu yang mana tempat tinggalnya sangat tidak layak huni, ada juga anak berprestasi namun terhalang akan dana pendidikan dari orangtua, atau ada bencana alam yang terjadi tanpa bisa ditebak kedatangannya.

Berangkat dari situ, YDSF Jember mengajak komunitas yang ada di Jember yang mungkin jika disebutkan banyak ya, namun yang ikut dalam bincang-bincang kemarin masih sebagian yang dapat. Untuk dapat berkoordinasi, semisal ada hal-hal yang ada di lingkungan sekitar butuh bantuan, bisa saling bekerja sama.

Yang mana hal ini, yayasan YDSF Jember tidak bisa jika harus bergerak sendiri, namun juga butuh komunitas lokal untuk bersinergi mengatasi persoalan sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat untuk diselesaikan bersama.

Sebagai contoh, apabila ada kejadian bencana alam, tiap-tiap komunitas juga ikut berkontribusi dalam menyebarkan informasi sumbangan dana untuk bencana alam maupun ikut turun ke lapangan sesuai bidang tertentu yang dimiliki komunitas tersebut. Seperti ada komunitas bermain anak. Selain ikut menggalangkan dana, mereka juga dapat membantu menghibur anak-anak korban bencana alam dengan kemampuan yang dimiliki salahsatu atau anggota komunitas bermain anak tersebut untuk membantu memulihkan psikologis anak yang mana lingkungannya mengalami bencana alam.

Contoh lain: Apabila ada seorang tua renta yang butuh pertolongan kesehatan selain dari lingkungan tempat tinggal, jika ada komunitas yang memberikan informasi apabila di daerah ini terdapat ibu/bapak yang butuh dana dalam mengatasi masalah kesehatan. Nah, hal itu juga bisa disampaikan kepada YDSF Jember dan permasalahan tersebut dapat di atasi bersama dengan komunitas itu. Jadi sama-sama saling bersinergi. YDSF Jember dengan komunitas, pun sebaliknya.

Pada sesi sharing time kemarin, ada nama-nama pembicara yang telah dihadirkan, namun ada nama pihak pembicara yang nggak kak admin ingat nih, hehhee. Di antara pembicara tersebut antara lain :
1.      Bpk. Heru Widagdo, Sp., M.Si selaku Kabid Darurat BPBD Jember
2.      Bpk. Heri Purnomo, S, SE,MM perwakilan dari JEKA (Jember Ekonomi Kreatif)
3.      Bpk. Deki Zulkarnain perwakilan dari Laznas YDSF Jember
4.      Imam Haironi perwakilan dari CEO Media Suara Indonesia
5.      Haryono perwakilan dari Karyawan PT. Indomarco Adi Prima
6.      Bpk. Teguh dari Dinas Sosial
7.      Serta 2 Dokter dari perwakilan Dinas Kesehatan

Pada sesi bincang-bincang ini diberikan waktu selama kurang lebih 15 menit untuk tiap pembicara, dimulai dengan perwakilan dari Jember Ekonomi Kreatif (JEKA) Heri Purnomo, S, SE, MM yang mana membahas terkait “betapa pentingan forum yang membahas kegiatan sosial”. Salahsatu cuplikan isi pembicaraannya seperti quote di awal tulisan ini ya.

forum seperti ini harus di tindak lanjuti, supaya ada mapping. Biar tidak hanya diskusi saja,” – Heri Purnomo S, SE, MM

Yah, mungkin kita sama-sama tahu ya, kalau kegiatan seperti sharing pada bulan Februari kemarin mungkin banyak yang berlangsung. Namun kadang tujuan pembahasannya hanya sekedar di forum aja, untuk tindak lanjutnya udah berhenti atau stagnan. Karena kegiatan kemanusiaan itu tidak akan pernah ada habisnya. Jadi harapan dari Bapak Heri Purnomo ini, supaya apa yang disampaikan pada sore itu bisa benar-benar dieksekusi YDSF Jember bersama dengan komunitas yang terjalin.

Kemudian dilanjut dengan pembahasan yang berkaitan dengan bencana alam oleh Kabid Darurat BPBD Jember, Bpk. Heru Widagdo. Setelah itu dari perwakilan Laznas YDSF Jember oleh Deki Zulkarnain, kemudian dari Dinas Sosial oleh Bapak Teguh.

Pada sesi perwakilan dari karyawan PT. Indomarco yang mana supermarket ini tentu udah banyak tersebar di berbagai pelosok negeri ya kan. Haryono ini mewakili karyawan di Indomarco dalam hal koordinasi untuk pembayaran zakat. Jadi, apabila ada yang ingin ikut membayar zakat cukup melalui Haryono ini, kemudian beliau yang akan menyalurkan langsung ke YDSF. Untuk nominal yang disetorkan tidak ada minimal tertentu. Sehingga bisa dikatakan mengajak para karyawan untuk sama-sama menyalurkan sebagian rezeki yang dimiliki mereka untuk hal sosial melalui lembaga amil zakat YDSF ini.

Kemudian disambung oleh perwakilan CEO MEDIA SUARA INDONESIA oleh Imam Haironi yang membahas bagaimana peran media terhadap hal-hal yang terjadi di tengah masyarakat. Entah di pelosok hingga di tengah kota. Pada sesi ini kak admin cukup salut akan perjuangan kawan media ini dalam mencari sumber adanya kekeringan yang terjadi di sebuah daerah Jember. Sehingga diputuskan untuk mendaki ke gunung, yang mana di atas sana tumbuhan yang tumbuh bukan tanaman yang dapat menyerap air hujan ke dalam tanah tapi tanaman untuk bekebun seperti kopi. Dikhawatirkan kalau musim hujan bisa aja itu air di gunung bisa turun dan terjadi bencana yang tak diinginakan, naudzubillah.

Mas Imam   Haironi yang berasal dari Madura ini juga mengatakan apabila dalam mencari sumber informasi saat terjadi hal-hal tertentu mereka sangat membutuhkan informasi yang akurat. Dengan bersinergi bersama kawan-kawan media juga dapat ikut menyebarkan informasi terkait sesuatu yang terjadi di masyarakat dari komunitas maupun dari lembaga amil zakat YDSF ini.

Untuk pembicara terakhir disampaikan oleh perwakilan dari dokter yang berasal dari Dinas Kesehatan. Dalam sesi ini pembahasan yang diangkat berkaitan dengan statement masyarakat apabila ada salahsatu atau orang yang kurang sehat, maka perlu dipasung. Padahal hal tersebut tidak diperbolehkan. Selain itu pembahasan mengenai ibu dan anak, termasuk urusan kehamilan serta persalinan.

Setelah selesai semua pemateri menyampaikan pembahasan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi masih ada beberapa pertanyaan yang menggantung dari perwakilan komunitas yang hadir. Karena ternyata waktunya di luar dugaan ya. Dikira-kirakan akan selesai sekitar jam 15.00 WIB tapi  molor hingga jam 16.00 lebih.

Kemudian sebelum sesi penutup ada sesi perjanjian atau kesepakatan bersama antara Yayasan Dana Sosial Al Falah Jember dengan Komunitas yang telah hadir termasuk Blogger Jember Sueger ya.

Pada kesepakatan ini untuk perluasan penangan bantuan kegawatdaruratan di sektor kesehatan, ekonomi, sosial, maupun lingkungan yang di pilih BJS antara lain untuk penanganan sektor ekonomi seperti pendampingan dan penggalangan donasi kebaikan bagi masyarakat dalam rangka pembentukan keluarga mandiri di sektor ekonomi yang tergolong miskin. Serta penanganan sektor sosial seperti pendampingan dan penggalangan donasi kebaikan bagi masyarakat dalam rangka pembangunan hunian layak bagi keluarga miskin.

Nah, MoU ini sudah tercetak pada lembaran kertas yang mana bisa bertahan dengan jangka panjang untuk kerjasamanya dalam berbagai bidang yang dipilih tiap komunitas tersebut. Oh iya, dengan sinergi antar komunitas dan YDSF Jember mereka yang seharusnya dapat sumbangan dapat tersentuh oleh YDSF Jember. Karena kalau mengandalkan 1 lembaga saja tidak cukup. Sehingga perlu diangkat bersama-sama

Semoga sharing time di sore yang sendu kemarin bukan hanya sloganis ya, yang mana hanya diomongkan saja namun diaplikasikan bersama sesuai hal-hal yang bisa dilakukan komunitas  terhadap berbagai sektor yang ada di lingkungan sekitar.  Sebelum mengakhiri artikel ini, ada salahsatu quote yang ingin kak admin bagikan.

“Masjid bukan hanya sebagai pusat peribadatan namun juga pusat peradaban,”

Jadi, memanfaatkan masjid bukan hanya untuk beribadah melainkan sebagai tempat untuk sebuah peradaban bagi masyarakat sekitarnya. Nah, itu aja yang bisa kak admin bagikan kali ini. Semoga website BJS ini tetap rutin menyajikan informasi untuk kamu semua. Jangan lupa tinggalkan komentar kamu di kolom komentar ya.

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung


Artikel lainnya:

1 komentar:

  1. Jika anda tertarik atau ingin menjadi web developer, anda dapat mengunjungi blog yang saya buat :)
    Web Developer Tangerang

    BalasHapus